Keuntungan Dan Kerugian Budidaya Ayam Petelur

Keuntungan Dan Kerugian Budidaya Ayam Petelur – Bisnis menjanjikan banyak macamnya, salah satunya ialah budidaya ayam petelur. Maka dari itu, jangan patah semangat karena rejeki setiap manusia sudah diatur sesuai dengan usahanya.

Keuntungan Budidaya Ayam Petelur

Menjadi peternak ayam petelur, adalah profesi yang sangat menguntungkan. Selain bisa mendapatkan uang hasil penjualan, ayam dan telurnya bisa dikonsumsi seluruh anggota keluarga. berikut keuntungan budidaya ayam petelur.

1. Permintaan Konsumennya Cukup Tinggi

Keuntungan yang pertama ialah permintaan konsumen cukup tinggi. Sebab, selain harga telur dan daging ayam lebih murah, protein yang dikandung juga besar. Tidak kalah dengan hewan konsumsi lain seperti sapi dan kambing maupun telur angsa.

Karena hal itu, di negara dengan masyarakat padat seperti Indonesia, tentu permintaan akan telur akan semakin besar. Efeknya adalah penjualan menjadi lancar dan tidak sulit untuk mendapatkan pelanggan.

2. Lahan Pemasarannya Sangat Luas

Jangan sepelekan budidaya ayam petelur. Karena pekerjaan ini sangat menguntungkan. Salah satunya ialah, lahan pasarnya begitu luas. Bahkan, warung-warung kecil di pelosok desa sekalipun, pasti membutuhkan suplai telur.

Karena itulah, pengusaha ayam petelur, terkhusus yang menjual telurnya saja, penghasilan perbulan, bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Maka dari itu, wajar jika beternak ayam petelur adalah profesi yang potensial.

Kerugian Beternak Telur

Tidak ada satu pekerjaan di bumi ini yang tidak mengandung resiko. Begitu juga dengan budidaya ayam petelur. Bahkan, kerugian yang menyerang, bisa menyebabkan usaha menjadi bangkrut.

1. Kematian Ayam

Resiko beternak ayam petelur yang pertama ialah kematian. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena faktor usia, atau karena terserang penyakit tertentu. Maka dari itu, jika ingin bebas darinya, silakan jaga kesehatan ayam petelur Anda. Membeli stok baru juga bisa dijadikan alternatif, jika usia ayam sudah tua dan mulai sakit-sakitan.

2. Harga Telur yang Berubah-ubah

Harga telur tergolong murah. Namun, ini tidak menjadi masalah dan justru membuat pasarannya lebih disukai masyarakat.

Yang bermasalah ialah, terjadinya fluktuatif harga telur yang begitu tinggi. Bahkan, harga yang sudah murah, di lain waktu, bisa lebih murah lagi yang membuat peternak menjadi rugi.

Baca Juga :

Hingga saat ini, masalah stabilitas harga ini, masih belum bisa diantisipasi dengan pencegahan jenis apapun. Sayangnya, terjadinya masalah terkadang memakan waktu yang cukup lama.

3. Musim yang Ekstrem Penyebab Pakan Berkurang

Efek dari cuaca ekstrem tidak hanya pada manusia. Budidaya ayam petelur pun akan mendapat imbasnya. Salah satunya adalah soal kekurangan bahan makanan untuk ayam. Sedangkan jagung sebagai makanan pokok justru rusak akibat musim yang tidak stabil.