Cara Mengatasi Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman

Cara Mengatasi Penyakit Bercak Daun Pada Tanaman – Menurut ilmu agrotek penyakit bercak daun adalah salah satu jenis penyakit umum menyerang tanaman terutama termasuk ke dalam jenis tanaman budidaya. Penyakit ini cukup meresahkan petani karena dapat merugikan secara ekonomi dan juga mudah menyebar.

Seperti jenis penyakit menular lainnya, penyakit ini muncul karena serangan jamur dimana penyakit bercak daun sangat mudah menular ke tanaman sehat lainnya.

Oleh sebab itu apabila tidak dikendalikan secara tepat maka sangat merugikan petani ! Penyakit mulai muncul saat sedang memasuki musim hujan dan kondisi kelembaban udara cukup tinggi sehingga jamur ‘Cercospora Capsici’ menjadi mudah tumbuh dengan subur.

Jamur ini akan menginfeksi tanaman dengan cara menyebar melalui angin, air hujan, hama vektor dan alat – alat pertanian saat jamur masih berupa spora. Selanjutnya spora mulai menyerang benih atau biji bahkan sebelum ditanam.

Gejala Penyakit Bercak – Bercak Pada Daun

Tanaman yang terlanjur terserang penyakit bercak daun dapat ditandai dengan gejala sebagai berikut :

1. Tunas

Gejala yang diperlihatkan adalah akan muncul bercak – bercak pada tunas. Munculnya bercak ini dimulai dengan menunjukkan kondisi mengeringnya bagian ujung tunas kemudian menjalar kepada pinggiran daun lalu terjadilah infeksi tunas yang sangat merugikan petani karena tunas – tunas yang terinfeksi penyakit bercak daun tidak akan optimal di dalam menghasilkan bunga dan buah.

2. Daun

Penyakit yang menjalar pada tunas apabila dibiarkan begitu saja akan berkembang hingga ke daun. Ciri – ciri yang terserang penyakit bercak daun adalah daun akan menjadi kering dan menggulung. Jika daun diremas – remas maka daun akan terasa rapuh sekali.

3. Daun Muda

Penyakit bercak daun muda yang menyerang pada daun muda ditandai dengan munculnya bercak – bercak tak beraturan, berwarna cokelat dan akan dikelilingi oleh warna kekuningan.

Penyakit ini bermula dari ujung daun atau tulang daun untuk selanjutnya dengan cepat meluas sehingga daun menjadi kering dan rapu.

4. Daun Tua

Gejala dari penyakit yang bersangkutan adalah dimulai dengan adanya bercak – bercak tak beraturan mulai dari tepi daun untuk selanjutnya meluas kea rah tulang daun.

Dari sini daun akan berubah warna menjadi cokelat tua dengan bagian tepinya berwarna kuning. Jika tidak segera ditangani maka penyakit bercak daun dapat mengeringkan seluruh daun, sehingga daun akan menjadi rapuh.

Cara Mengatasi Penyakit Bercak Daun

Yang terpenting patut untuk dipahami dalam hal ini adalah penyakit bercak daun disebabkan oleh jamur. Maka dari itu hal utama yang perlu dilakukan untuk mengatasi penyakit ini adalah dengan cara memusnahkan bagian tanamn yang terlanjur terserang sehingga penyakit tidak menyebar ke tanamn lain yang sehat.

Cara memusnahkan tanaman yang terlanjur terserang penyakit dapat melalui bermacam – macam dimana salah satunya adalah dengan memangkas pada bagian tanaman yang terinfeksi untuk selanjutnya disingkirkan dan dibakar.

Pencegahan Penyakit Bercak Daun

Upaya pencegahan yang dilakukan adalah lihat kondisi tanah yang akan digunakan sebagai media tanam sudah benar – benar dalam kondisi steril. Ini bertujuan untuk mencegah adanya penularan penyakit melalui tanah / ‘tular tanah’.

Di samping itu bisa dengan mengaplikasikan ‘GDM Black BOS’ pada tanah setiap bulan sekali dengan cara dikocor pada daerah – daerah perakaran dengan memakai dosis 5 kg per ha.

Adapun fungsi GDM Black BOS adalah untuk mencegah penyakit tular tanah karena GDM Black BOS mengandung 4 macam bakteri yang cukup menguntungkan secara ‘enzimatis’ dan ‘sinergis’ mampu menguraikan berbagai ‘residu’ dan limbah serta membantu mengembalikan kondisi tanah menjadi subur kembali. GDM Black BOS terbuat dari bahan 100 persen organik dan di dalamnya terdapat bakteri pilihan yang berkualitas tinggi.

Selain mencegah adanya penularan penyakit melalui tanah maka perlu dipastikan petani untuk menyemprotkan pupuk organik GDM setiap 1 minggu sekali di bagian bawah daun dengan memakai dosis 2 gelas per tangki.

Baca Juga :

Mengatasi Penyakit Bercak Daun Secara Terpadu Dengan Menggunakan Metode Alami

Adapun untuk meracik pestisida jenis ini haruslah mengaplikasikan beberapa bahan yang diperlukan dan cara pembuatannya yaitu sebagai berikut :

  • Bahan utama yang digunakan adalah minyak atsiri dari tanaman cengkeh dan juga tanaman sari wangi. Pertama – tama siapkan minyak atsiri cengkeh sebanyak 1.000 ml / 1 kg dan tanaman serai wangi lalu ditumbuk dan direndam dengan menggunakan air bersih sebanyak 2 liter selama 1 minggu hingga menebarkan bau busuk / membusuk, baru setelahnya disaring dan diambil airnya sebanyak 1 lt.
  • Selanjutnya campurkan 1.000 ml minyak atsiri cengkeh dan 1 lt ‘duk’ hingga benar – benar tercampur ke dalam satu wadah dan diamkan selama 1 minggi. Saat akan dipakai, terlebih dahulu larutan pestisida ini harus disaring.
  • Dosis pemakaian yang tepat untuk mengatasi penyakit bercak daun tersebut di atas adalah 200 s/d 400 ml yang dilarutkan ke dalam 1 lt air.

Nah itulah pembahasan singkat tentang cara mengatasi penyakit bercak daun pada tanaman budidaya secara efektif dan efisien, semoga bermanfaat.

Pengertian Pupuk Urea

Pengertian Pupuk Urea – Pupuk Urea sudah tidak asing lagi di telinga pecinta tanaman. Pupuk ini merupakan salah satu jenis pupuk yang banyak digunakan untuk tanaman.

Pupuk Urea sendiri adalah pupuk kimia dengan kandungan Nitrogen (N) yang tinggi, yaitu sebesar 46%. Pupuk Urea memiliki bentuk padat, namun terdapat dua jenis.

Jenis pertama adalah berbentuk prill dengan ukuran 1–3 mm yang cocok untuk tanaman pangan dan industri. Jenis kedua adalah berbentuk granul dengan ukuran 2–4 mm, yang lebih cocok digunakan untuk tanaman perkebunan.

Pupuk ini memiliki sifat mudah larut di dalam air dan mudah menyerap air (higrokopis). Dikarenakan sifatnya yang higrokopis, pupuk Urea perlu disimpan di tempat yang kering.  Berikut adalah ciri-ciri dari pupuk Urea:

  • Mengandung unsur Nitrogen (N) yang tinggi, yaitu 46%
  • Memiliki bentuk padat seperti butiran dan umumnya berwarna putih
  • Memiliki rumus kimia NH2 CONH2
  • Memiliki standar SNI-02-2801-1998

Pupuk Urea memiliki banyak manfaat, terutama dikarenakan kandungan Nitrogen yang tinggi. Adapun beberapa manfaat tersebut, adalah:

  • Membuat daun tenaman menjadi lebih hijau dan segar, serta meningkatkan jumlah klorofil yang sangat penting dalam proses fotosintesis.
  • Mempercepat pertumbuhan tanaman.
  • Meningkatkan kandungan protein pada tanaman.
  • Dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, baik itu tanaman pangan, tanaman perkebunan, maupun tanaman holtikultura.
  • Dapat meningkatkan hasil dari tanaman dengan penggunaan yang teatur.
  • Tidak merusak struktur tanah.

Pupuk Urea dihasilkan sebagai produk samping dari pengolahan gas alam atau pembakaran batu bara. Dari kegiatan tersebut, karbon dioksida yang dihasilkan akan dicampur dengan amonia dengan proses yang disebut Bosh-Meiser. Amonia cari akan dicampur dengan karbon dioksida pada suhu rendah sehingga menghasilkan amonium karbamat. Amonium karbamat tersebut kemudian dicampur dengan air serta ditambah energi untuk menghasilkan urea dan air.

Pupuk Urea yang saat ini beredar di pasaran ada dua jenis. Jenis pertama adalah pupuk Urea disubsidi oleh pemerintah, yaitu pupuk Urea berwarna merah muda, dengan tujuan bantuan pembangunan.  Jenis kedua adalah pupuk Urea non-subsidi, yaitu pupuk urea yang berwarna putih, dan dipasarkan untuk komersial.

Baca Juga : Manfaat Bioteknologi Bidang Pangan

Keuntungan Dan Kerugian Budidaya Ayam Petelur

Keuntungan Dan Kerugian Budidaya Ayam Petelur – Bisnis menjanjikan banyak macamnya, salah satunya ialah budidaya ayam petelur. Maka dari itu, jangan patah semangat karena rejeki setiap manusia sudah diatur sesuai dengan usahanya.

Keuntungan Budidaya Ayam Petelur

Menjadi peternak ayam petelur, adalah profesi yang sangat menguntungkan. Selain bisa mendapatkan uang hasil penjualan, ayam dan telurnya bisa dikonsumsi seluruh anggota keluarga. berikut keuntungan budidaya ayam petelur.

1. Permintaan Konsumennya Cukup Tinggi

Keuntungan yang pertama ialah permintaan konsumen cukup tinggi. Sebab, selain harga telur dan daging ayam lebih murah, protein yang dikandung juga besar. Tidak kalah dengan hewan konsumsi lain seperti sapi dan kambing maupun telur angsa.

Karena hal itu, di negara dengan masyarakat padat seperti Indonesia, tentu permintaan akan telur akan semakin besar. Efeknya adalah penjualan menjadi lancar dan tidak sulit untuk mendapatkan pelanggan.

2. Lahan Pemasarannya Sangat Luas

Jangan sepelekan budidaya ayam petelur. Karena pekerjaan ini sangat menguntungkan. Salah satunya ialah, lahan pasarnya begitu luas. Bahkan, warung-warung kecil di pelosok desa sekalipun, pasti membutuhkan suplai telur.

Karena itulah, pengusaha ayam petelur, terkhusus yang menjual telurnya saja, penghasilan perbulan, bisa mencapai puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Maka dari itu, wajar jika beternak ayam petelur adalah profesi yang potensial.

Kerugian Beternak Telur

Tidak ada satu pekerjaan di bumi ini yang tidak mengandung resiko. Begitu juga dengan budidaya ayam petelur. Bahkan, kerugian yang menyerang, bisa menyebabkan usaha menjadi bangkrut.

1. Kematian Ayam

Resiko beternak ayam petelur yang pertama ialah kematian. Penyebabnya bermacam-macam. Bisa karena faktor usia, atau karena terserang penyakit tertentu. Maka dari itu, jika ingin bebas darinya, silakan jaga kesehatan ayam petelur Anda. Membeli stok baru juga bisa dijadikan alternatif, jika usia ayam sudah tua dan mulai sakit-sakitan.

2. Harga Telur yang Berubah-ubah

Harga telur tergolong murah. Namun, ini tidak menjadi masalah dan justru membuat pasarannya lebih disukai masyarakat.

Yang bermasalah ialah, terjadinya fluktuatif harga telur yang begitu tinggi. Bahkan, harga yang sudah murah, di lain waktu, bisa lebih murah lagi yang membuat peternak menjadi rugi.

Baca Juga :

Hingga saat ini, masalah stabilitas harga ini, masih belum bisa diantisipasi dengan pencegahan jenis apapun. Sayangnya, terjadinya masalah terkadang memakan waktu yang cukup lama.

3. Musim yang Ekstrem Penyebab Pakan Berkurang

Efek dari cuaca ekstrem tidak hanya pada manusia. Budidaya ayam petelur pun akan mendapat imbasnya. Salah satunya adalah soal kekurangan bahan makanan untuk ayam. Sedangkan jagung sebagai makanan pokok justru rusak akibat musim yang tidak stabil.

Pengertian dan Manfaat Bioteknologi Bidang Pangan

Pengertian dan Manfaat Bioteknologi Bidang Pangan – Secara Bahasa, kata “bioteknologi” terdiri dari “bio” dan “teknologi” atau dapat diartikan sebagai suatu cara dalam mengatasi keterbatasan pruduksi dengan memanfaatkan teknologi.

Dalam hal ini, akan dibahas mengenai bioteknologi bidang pangan yang merupakan salah satu cabang dalam ilmu biologi yang berkaitan dengan memanfaatkan sel mikroba atau bagian dari tanaman dan hewan untuk membentuk suatu produk baru yang lebih bermanfaat.

Ilmu bioteknologi sendiri sudah dikenal sejak ribuan tahun lalu seperti pembuatan bir, roti, keju yang marak dilakukan pada abad ke-19. Bioteknologi bidang pangan sangat berguna untuk menghasilkan produk unggul, meningkatkan nilai gizi, dan menambah daya simpan produk tersebut.

Mengenal Kegiatan Bioteknologi Bidang Pangan

Pada umumnya, bioteknologi bidang pangan di Indonesia sendiri dilakukan secara konvensional dengan proses fermentasi. Namun, seiring berkembangnya teknologi dari zaman ke zaman membuat ilmu bioteknologi berkembang dalam berbagai proses, diantaranya adalah:

  1. Sel Mikroba

Pemanfaatan sel mikroba dalam bioteknologi bidang pangan bertujuan untuk memproduksi bahan fermentasi dan aditif pangan.

Teknologi jenis ini sudah diterapkan sejak berabad-abad silam sebagai pendukung pengembangan produk baru melalui bioteknologi bidang pangan. Sel mikroba tersebut juga sangat berfungsi dalam menghasilkan berbagai senyawa kimia seperti etanol, gliserol, dan lainnya.

  1. Pemanfaat Enzim Baik.

Proses penerapan ilmu bioteknologi dengan memanfaatkan enzim baik dikelompokkan menjadi beberapa bagian yaitu pelibatan enzim-enzim dari pati-patian dalam pembuatan sirup glukosa, pembuatan pengemulsi dengan memanfaatkan enzim lipase, dan lainnya.

  1. Kultur Jaringan

Kultur jaringan merupakan salah satu proses dari bioteknologi bidang pangan. Proses bioteknologi bidang pangan melalui kultur jaringan memiliki tujuan untuk memproduksi zat aditif pangan, memperoleh tanaman yang lebih baik, dan mendapatkan tumbuhan dengan produksi pangan tinggi.

Produk aditif pangan yang akan dihasilkan nantinya akan berupa zat pewarna makanan, penguat rasa, aroma makanan, dan zat pemanis.

  1. Rekayasa Protein

Rekayasa protein merupakan salah satu proses dalam bioteknologi bidang pangan yang melibatkan modifikasi enzim dan perubahan sifat secara fungsional.

Baca Juga : Pengertian Disiplin

Manfaat Bioteknologi Bidang Pangan

Bioteknologi bidang pangan memiliki manfaat secara khusus seperti memproduksi makanan  bernilai gizi tinggi, mendapatkan jenis produk pangan baru yang terbentuk dari fermentasi alkohol dan asam, dan menghasilkan penyedap makanan yaitu tauco, terasi, cuka, dan kecap.

Bioteknologi bidang pangan memberikan berbagai manfaat seperti salah satunya adalah pengembangan dan menghasilkan produk baru, diantaranya:

1. Produk Bioteknologi Bidang Pangan Bernilai Gizi Tinggi

Beberapa produk bioteknologi bidang pangan yang memiliki nilai gizi tinggi diantaranya adalah:

  • Oncom

Oncom merupakan sebuah produk bioteknologi yang terbuat dari ampas tahu yang dibantu oleh Neurospora sitophila. Jamur ini mampu menghasilkan pewarna alami seperti merah dan oranye.

  • Tempe

Merupakan makanan khas Indonesia yang terbuat dari kedelai dengan bantuan jamur Rhizopus sp.

  • Nata de Coco

Nata de cooco merupakan minuman favorit yang selalu hadir dalam berbagai acara. Pembuatan nata de coco sendiri melibatkan bakteri Acetobacter xylinum.

  • Roti

Ternyata, roti juga merupakan salah satu produk bioteknologi bidang pangan dengan bantuan yeast.

2. Produk Bioteknologi Bidang Pangan Fermentasi Alkohol

Beberapa produk bioteknologi bidang pangan yang dapat menghasilkan fermentasi alkohol diantaranya adalah:

  • Minuman Beralkohol

Minuman beralkohol yang diperoleh dari proses bioteknologi bidang pangan adalah bir dan wine dengan melibatkan yeast Saccharomyses cerevisiae dan Saccharomyses carlsbergensis.

  • Tapai

Jenis makanan khas Indonesiia yang satu ini juga berasal dari proses bioteknologi bidang pangan yang melibatkan jamur.

3. Produk Bioteknologi Bidang Pangan Fermentasi Asam

Beberapa produk bioteknologi bidang pangan yang dapat menghasilkan fermentasi asam diantaranya adalah:

  • Acar

Acar merupakan perpaduan sayuran dan biji-bijian yang mengalami fermentasi dengan melibatkan bakteri Lactobacillus sp.

  • Keju

Makanan khas orang Eropa yang satu ini merupakan produk bioteknologi pangan yang dibantu oleh bakteri Lactobacillus bulgarius dan Streptococcus thermophillus.

  • Yoghurt

Yoghurt merupakan minuman susu fermentasi dengan melibatkan bantuan Lactobacillus bulgarius, Streptococcus lactis, dan Streptococcus  thermophillus.

3. Produk Bioteknologi Bidang Pangan Penyedap Makanan

Beberapa produk bioteknologi bidang pangan yang dapat menghasilkan penyedap makanan diantaranya adalah:

  • Cuka

Cuka merupakan jenis penyedap yang mampu memberikan sensasi berbeda pada makanan. Pembuatan cuka sendiri melibatkan bacteri Acetobacter yang mengoksidasi  etanol.

  • Kecap

Penyedap makanan yang terbuat dari bahan dasar kedelai ini merupakan hasil produk bioteknologi bidang pangan dengan memanfaatkan Aspergillus soyae, Aspergillus oryzae, Lactobacillus, dan yeast halotoleran.

  • Tauco

Penyedap makanan khas Jepang ini merupakan produk bioteknologi yang melibatkan Aspergillus oryzae, Lactobacillus delbruckii, Rhizopus oligosporus, Zygosaccharomyses soyae, dan Hansenulla sp.

  • Terasi

Terasi adalah jenis penyedap makanan yang merupakan produk dari bioteknologi bidang pangan dengan melibatkan Bacillus, Brevibacterium, Corynebacteriumn Lactobacillus, dan Pediococus.

Baca Juga : Cara Budidaya Duku

Pengertian dan Fungsi Otot Manusia

Pengertian dan Fungsi Otot Manusia – Ketika manusia menggerakan anggota tubuhnya, pernahkah kita berpikir apa yang membuat anggota tubuh tersebut bisa bergerak?

Dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, manusia ditunjang oleh otot-otot yang terdapat di dalam tubuhnya. Semua gerakan yang dihasilkan tubuh merupakan kerja otot manusia.

Otot sendiri dapat diartikan sebagai suatu jaringan yang ada dalam tubuh manusia yang berperan sebagai alat gerak aktif yang berfungsi menggerakkan tulang-tulang tubuh manusia.

Sel otot memiliki kemampuan dalam berkontraksi (membentuk sel otot memendek) dan relaksasi (kembali ke ukuran semula).

Oleh karena itulah jaringan otot disebut sebagai alat gerak aktif. Otot sendiri dapat dilatih kekuatannya dengan melakukan olahraga rutin sehingga dapat mengangkat beban yang lebih berat daripada kebanyakan orang normal lainnya.

Hampir semua organ tubuh manusia dihubungkan dengan otot. Semua anggota tubuh memiliki ototnya masing-masing sehingga setiap anggota tubuh bisa bergerak.

Sehingga jumlah otot sangatlah banyak, dimana satu organ tubuh terdiri dari beberapa otot yang menyelimutinya.

Otot memiliki fungsi penting dalam tubuh manusia yang berguna mendukung tubuh manusia dan membantu untuk dapat mempertahankan postur seseorang.

Otot juga berperan memperkuat sendi-sendi dengan memegang tulang dalam posisi yang tepat dan mendukung proses pergerakannya. Selain berfungsi menggerakkan tubuh manusia, fungsi lain otot diantaranya:

  1. Menghasilkan gerakan pada rangka, seperti adanya kontraksi dan relaksasi otot yang menempel pada rangka yang dapat mengggerakkan rangka tubuh manusia.
  2. Mempertahankan postur dan posisi tubuh, sebagai contohnya mempertahankan posisi kepala pada saat membaca buku atau ketika berjalan dengan posisi tegak dan lain sebagianya.
  3. Mengatur masuk dan keluarnya saluran yang dalam sistem tubuh manusia, seperti menelan, buang air besar atau kecil, semua hal tersebut akan dipengaruhi oleh otot rangka yang menyelimutinya.
  4. Menyokong jaringan lunak, menggerakkan organ-organ di dalam tubuh manusia seperti usus, jantung dan lainnya.
  5. Dapat menstabilkan suhu tubuh, adanya kontraksi rangka akan memerlukan energi dan nantinya akan menghasilkan panas yang bisa digunakan untuk mempertahankan suhu normal bagi tubuh.