Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bunga Asoka

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Bunga Asoka – Berikut ulasan mengenai klasifikasi, morfologi, dan ekologi tumbuhan bunga asoka, silahkan disimak.Mengenal Klasifikasi Tanaman Bunga Asoka

Adapun klasifikasi bunga asoka menurut Anonim tahun 2011 adalah sebagai berikut :

  • Kingdom : Plantae
  • Divisi : Spermatophyta
  • Kelas : Dicotyledoneae
  • Ordo : Rubiales
  • Famili : Rubiaceae
  • Genus : Ixora
  • Spesies : Ixora Paludosa L

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Padi

Morfologi Tanaman Bunga Asoka

Asoka / ixora paludosa memiliki ketinggian bisa mencapai lebih dari 4 meter yang mana lingkar batang bisa mencapai 40 cm dengan batang tumbuhan dikotil ini berwarna gelap yang kadang – kadang disertai bercak – bercak oleh lumut kerak yang menempel terlalu lama pada batang, cabang, dan ranting – rantingnya demham memiliki akar bersifat akar tunggang. Kayunya bertekstur keras dengan bentuk daun lonjong berukuran maksimal panjang kisaran 24,2 cm dan lebar daun bagian tengah kisaran 9,6 cm. Warna bunga merah dengan susunan menggerombol sedangkan untuk asoka hibrida dalam segala hal ukurannya lebih kecil. Asoka hibrida memiliki keunggulan dalam hal warna bunganya lebih variatif dan mudah ditanam. Warna bunga asoka hibrida ada yang merah, jingga, merah muda, kuning, dan lain sebagainya.

Mengenal Ekologi Tanaman Bunga Asoka

Asoka mampu tumbuh dengan baik pada tanah yang sangat gembur dengan ketinggian antar 0 s/d 400 meter di atas permukaan laut yang mana tanaman ini dapat bertahan hingga suhu 45 derajat C dimana terdapat 2 jenis kebutuhan cahaya yaitu sinar matahari secara langsung dan tempat dengan kondisi lembab / gelap dengan tingkat kelembaban sekitar 70 persen.

Nilai – Nilai Medis

Ixora paludosa / asoka memiliki bunga nan indah dan menarik juga berkhasiat sebagai obat luka baru dengan cara yang sangat sederhana yaitu menumbuk halus hingga membentuk pasta batang muda dan akarnya yang kemudian dioleskan di bagian yang terluka. Kandungan kimia dari soka ini adalah saponim dan flavonoida.

Nilai – Nilai Komersial

Ixora paludosa mempunyai nilai – nilai komersial yaitu dapat dimanfaatkan sebagai tanaman hias karena bunga asoka memiliki berbagai macam warna sehingga sangat bagus untuk memperindah taman. Biasanya para pedagang menjual di toko – toko bunga dengan harga sekitar Rp. 50.000 per pot.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman bunga asoka, semoga bermanfaat.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Daun Pandan

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Padi

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Padi – Menurut beberapa penelitian menjelaskan tentang tanaman padi dilihat dari ciri klasifikasi dan morfologi tanaman pafi dapat kami jelaskan sebagai berikut :

Ciri – Ciri Klasifikasi Padi

  • Kingdom : Plantae / tumbuhan
  • Sub kingdom : Tracheobionta / tumbuhan berpembuluh
  • Super divisi : Spermatophyta / menghasilkan biji
  • Divisi : Magnoliophyta / tumbuhan berbunga
  • Kelas : Liliopsida / berkeping satu / monokotil
  • Sub kelas : Commelidinidae
  • Ordo : Poales
  • Famili : Poaceae / Gramineae / suku rumput – rumputan
  • Genus : Oryza
  • Spesies : Oryza Sativa L

Morfologi Bagian Vegetatif Tanaman Padi

Akar

Morfologi tanaman padi pada Akar termasuk ke dalam golongan akar serabut dan memiliki fungsi menyerap zat – zat makanan dan air, berhubungan dengan proses respirasi dan mampu menopang tegalnya batang. Akar tanaman padi bisa digolongkan menjadi dua macam yaitu akar primer dan akar adventif yaitu akar primer adalah akar yang tumbuh dari kecambah biji sedangkan akar adventif berupa akar tanaman yang tumbuh berdektan dengan buku – buku. Kedua akar ini tidak banyak mengalami perubahan setelah tumbuh karena akar padi tidak mengalami pertumbuhan sekunder.

Batang

Batang tanaman padi memiliki fungsi untuk menopang keseluruhan tanaman dan mendistribusikan zat – zat makanan ke seluruh bagian tanaman.

Menurut beberapa penelitian menjelaskan bahwa padi termasuk golongan tanaman graminae dengan batang yang tersusun dari ruas. Ruas – ruas inilah merupakan bubung kosong yang mana pada kedua ujung bubung kosong tersebut ditutupi oleh buku.

Panjang ruas tidak sama, ruas yang terpendek terdapat pada pangkal batang sementara ruas kedua dan ketiga atau seterusnya terdapat pada pangkal batang.

Ruas – ruas kedua atau ketiga dan seterusnya berukuran lebih panjang daripada ruas yang didahului yang mana ruas – ruas ini pada awal pertumbuhan bentuknya pendek dan bertumpuk. Setelah masa reproduktif maka ruas – ruas bersangkutan akan tumbuh memanjang dan berongga. Pertunasan dimulai pada buku – buku paling bawah berupa tumbuhnya tunas sekunder untuk selanjutnya tumbuh tunas lainnya sehingga membentuk tunas yang banyak.

Daun

Daun padi mempunyai ciri khas tersendiri yaitu adanya lidah daun dan telinga daun yang menyebabkan daun padi dapat dengan mudah dibedakan dari jenis rumput yang lainnya. Bagian – bagian daun padi adalah helaian daun, pelepah daun / upih dan lidah daun.

Baca Juga : Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Temulawak

Morfologi Bagian Generatif Tanaman Padi

Malai

Menurut beberapa penelitian menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan malai adalah sekumpulan bunga padi / spikelet yang keluar dari buku paling atas.

Ruas buku terakhir dari batang merupakan sumbu utama dari malai sedangkan bulir – bulir terletak pada cabang pertama dan cabang kedua.

Panjang masing – masing malai cukup pendek yaitu kurang dari 20 cm sedangkan untuk malai sedang antara 20 s/d 30 cm dan malai panjang kisaran 30 cm. Jumlah masing – masing cabang pada setiap malai berkisar antara 7 s/d 30 buah cabang yang mana banyaknya percabangan ini tergantung pada varietas padi yang ditanam dan cara bercocok tanam.

Bunga

Bunga padi tergolong ke dalam jenis bunga berkelamin dua. Masing – masing bunga memiliki enam benang sari yang bertangkai pendek dengan memiliki dua tangkai putik dan dua buah kepala putik dengan sistem penyerbukan dan pembuahan dimulai dengan penempelan serbuk sari pada kepala putik. Proses tersebut akan menghasilkan buah padi / gabah.

Biji Buah Padi

Buah padi yang sehari – hari anda sebut sebagai biji padi atau butir / gabah sebenarnya bukanlah biji melainkan buah padi yang tertutup oleh lemma dan palea. Buah ini merupakan hasil penyerbukan dan pembuahan yang memiliki bagian – bagian sebagai berikut : embrio, endosperm dan bekatul. Proses penyerbukan biasanya berlangsung antara jam 9 s/d 11 pagi yang mana pemasakan buah membutuhkan waktu sekitar 30 hari untuk daerah tropis hingga mencapai jangka waktu 65 hari untuk daerah sub tropis.

Demikian kami menjelaskan dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman padi, semoga bermanfaat untuk para pembaca.

Baca Juga : Cara Budidaya Kacang Tanah

Penjelasan Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Temulawak

Klasifikasi Dan Morfologi Tanaman Temulawak – Temulawak atau disebut juga dengan nama latin curcuma zenthorrhiza roxb merupakan salah satu tanaman yang saat ini banyak dibudidayakan atau tumbuh secara liar bisa di ladang, pekarangan rumah, dan kebanyakan di bawah naungan hutan jati. Tanaman temulawak mampu tumbuh dengan sempurna pada dataran rendah hingga dataran tinggi terutama secara optimal pada daerah yang terbuka dan terkena sinar matahari secara langsung.

Untuk mengenal lebih jelas mengenai tanaman temulawak maka melalui artikel kami kali ini akan berbagi informasi tentang klasifikasi temulawak dan morfologi dari tanaman temulawak adalah sebagai berikut :

Berikut ini adalah klasifikasi dan morfologi dari tanaman temulawak adalah sebagai berikut :

Klasifikasi tanaman temulawak

Divisi Spermatophyta
Sub divisi Angiospermae
Kelas Monocotyledoneae
Ordo Zingiberales
Famili Zingiberaceae
Genus Curcuma
Spesies Curcuma Zenthorrhiza Roxb

Baca Juga : Jenis-Jenis Tanaman Tanaman Hias

Morfologi Temulawak

1. Morfologi akar dan rimpang tanaman temulawak

Tanaman temulawak mempunyai sistem perakaran serabut yang mana akar temulawak bersangkutan rata – rata memiliki panjang berkisar 25 cm dengan bentuk yang tak beraturan. Akar – akarnya melekat dan keluar dari rimpang induk. Yang mana rimpang induk ini memiliki bentuk bulat atau oval dan pada bagian samping terbentuk 3 s/d 4 rimpang cabang yang memanjang dan berukuran besar serta bercabang – cabang dengan warna kulit rimpang adalah cokelat kemerahan.

2. Morfologi batang tanaman temulawak

Tanaman temulawak termasuk jenis tanaman tahunan yang mampu tumbuh secara merumpun dimana batang – batang tanaman ini merupakan batang semu yang terdiri atas gabungan beberapa pangkal daun yang terpadu. Secara umum tinggi tanaman ini bisa mencapai 1 meter dengan batang berwarna hijau atau kecokelatan. Masing – masing rumpun tanaman terdiri dari beberapa anakan untuk selanjutnya masing – masing anakan memiliki 2 s/d 9 helai daun.

3. Morfologi daun tanaman temulawak

Tanaman temulawak mempunyai daun berbentuk memanjang dan agak lebar hingga lanset. Daun – daun ini mempunyai panjang berkisar antara 50 s/d 55 cm dan lebar sekitar 15 cm yang mana daun tanaman temulawak memiliki warna hijau tua dan seluruh ibu tulang daun bergaris cokelat keunguan. Pada masing – masing helai daun melekat erat pada bagian tangkai daun dengan posisi saling menutupi secara teratur.

4. Morfologi bunga tanaman temulawak

Bunga tanaman temulawak mempunyai tangkai bunga yang berukuran ramping dengan tipe pembungaan adalah lateral yang keluar melalui rimpangnya lalu membentuk rangkaian bulir yang mana bunga tanaman ini memiliki bentuk bulat telur dan mempunyai daun pelindung yang berukuran besar dan berjumlah banyak.

Secara umum bunga ini memiliki warna kuning dengan kelopak berwarna kuning tua dan bagian pangkal bunga berwarna ungu. Panjang tangkai bunga sekitar 3 cm dan rangkaian bunga bersangkutan / inflorescentia ini bisa mencapai 1,5 cm sedangkan pada satu ketiak terdiri dari 3 s/d 4 bunga.

Demikian kami mengulas dengan singkat tentang klasifikasi dan morfologi tanaman temulawak, semoga bermanfaat bagi para pembaca dan dapat mencontoh ke dalam dunia nyata.

Baca Juga : Cara Budidaya Kacang Tanah

Jenis-Jenis Tanaman Tanaman Hias dengan Harga Paling Mahal

Jenis-Jenis Tanaman Tanaman Hias dengan Harga Paling Mahal – Rumah akan menjadi lebih indah dan terlihat asri apabila ada tanaman dirumah. Apalagi jika tanaman yang dipajang berbentuk indah, tentu akan mempercantik penampilan rumah kita.

Tanaman yang berbentuk indah dan dapat menjadi salah satu elemen untuk menghiasi rumah kita biasa lebih akrab disebut dengan tanaman hias. Ada banyak macam, jenis, dan sebagainya. Namun harga yang ditawarkan pun akan berbeda-beda, mulai dari yang murah hingga yang mahal.

Semakin mahal harga dari suatu tanaman hias, makan akan semakin cantik, indah dan menarik pula bentuknya. Bagi orang-orang yang memiliki budget tinggi dan sangat menyukai tanaman mungkin tanaman-tanaman berikut akan menjadi pertimbangan untuk mempercantik rumah atau bisa untuk diberikan kepada orang yang tersayang. berikut tanaman hias paling mahal :

  1. Lily of the Valley.

Lily of the Valley sering disebut sebagai bagung gunung di Indonesia. Bunga ini memiliki lambing dari kemurnian dan kebahagiaan. Bunga ini merupakan bunga yang sangat popular dan terkenal mahal, karena bunga ini hanya tumbuh di bulan Mei saja, dimana bulan Mei di Eropa merupakan musim semi.

Bunga ini memiliki aroma yang sangat harum, bahkan Kate Middleton juga pernah membuat bunga ini menjadi salah buket pada hari pernikahannya. Namun sayang, bunga ini memiliki racun, sehingga tidak layak untuk dikonsumsi. Harga bunga ini jika dirupiahkan bernilai Rp 500,000,00 untuk satu tangkainya saja.

  1. Kadaka

Kadaka merupakan salah satu tanaman hias berbentuk seperti lidah yang tampak menjulur-julur.Tanaman ini merupakan tanaman asli dari Indonesia yang biasa tumbuh lebat di hutan. Ada berbagai macam jenis kadaka, diantaranya ada kadaka Osaka, Kadaka Ular, dan Kadaka Keriting. Semakin unik bentuk dari tanaman ini, maka harga yang ditawarkanpun akan semakin mahal.

Begitupun dengan seberapa besar tanaman ini. Jika semakin besar tanaman ini, maka harganya pun akan semakin mahal.

  1. Adenium

Tanaman Adenium ini sudah familiar bagi kita yang tinggal di Indonesia. Karena tanaman ini dapat tumbbuh subur di Indonesia. Semakin indah corak yang dimiliki oleh bunga ini, maka harga yang ditawarkanpun bisa mencapai puluhan ribu rupiah, bahkan jika yang memiliki bentuk unik, bisa mencapai 50 juta rupiah.

  1. Anggrek Hitam Papua

Biasanya seringkali kita menjumpai anggrek yang berwarna putih, merah, pink, ungu dan sebagainya. Namun bunga Aggrek pHitam khas Papua ini mungkin sangat jarang atau mungkin ada yang tidak pernah melihatnya.

Tak heran apabila jenis bunga ini masuk kedalam kategori sebagai bunga termahal, karena bunga ini merupakan bunga yang sangat langka dan jarang ditemukan., bahkan harganya dapat mencapai 100 juta rupiah.

  1. Anthurium

Tanaman ini lebih sering kita kenal sebagai tanaman kuping gajah karena tanaman ini memiliki bentuk daun yang lebar-lebar. Hingga saat ini harga tanaman ini dapat mencapai ratusan ribu rupiah. Ada beberapa jenis tanaman Anthurium diantaranya Jenmanii, Wafe of Love, Hookeri dan lain sebagainya.Tanaman Anthurium dengan jenis Jenmanii pernah dijual dengan harga mencapai 70 juta rupiah.

Baca Juga : Cara Budidaya Kacang Tanah

Cara Budidaya Kacang Tanah

Cara Budidaya Tanaman Kacang TanahKacang tanah adalah tanaman semusim yang dibudidayakan pada saat musim kemarau. Tanaman dengan nama latin Arachis Hypogea ini memang tanaman yang tidak membutuhkan air terlalu banyak. Hal tersebut sangat jelas, karena jika kandungan air pada tanah terlalu banyak.

Jamur akan mudah menyerang akar, sehingga pertumbuhan buah akan terganggu. Perlu Anda ketahui tempat tumbuh buah pada kacang tanah berada pada akarnya.

Tanaman yang dimabil bijinya untuk di konsumsi ini sangat cocok ditanam pada dataran rendah atau sekitar 50-500 meter diatas permukaan laut (mdpl) dan juga pada tanah gembur dengan kandungan unsur hara yang tinggi.

Walaupun ada mitos jika mengkonsumsi kacang tanah terlalu banyak, nantinya akan menyebabkan jerawat pada wajah. Akan tetapi sebenarnya kacang tanah mempunyai banyak sekali manfaat pada tubuh Anda. kacang tanah dipercaya dapat menstabilkan kolesterol dan juga mencegah resiko penyakit jantung.

Hal tersebut dikarenakan kacang tanah mengandung senyawa mono asam lemak tak jenuh yang sangat baik untuk kesehatan Anda. selain itu kandungan vitamin E pada kacang tanah juga dapat mencegah penuaan dini. Serta masih banyak lagi kandungan vitamin pada kacang tanah yang baik untuk tubuh dan kesehatan Anda.

Tahapan Budidaya Kacang Tanah

Jika Anda berkeinginan untuk budidaya tanaman kacang tanah. Anda perlu menyiapkan benih kacang tanah jauh-jauh hari. Jika Anda baru pertama kali ingin membudidayakan kacang tanah. Anda bisa membelinya di toko pertanian yang menjual beragam jenis benih tanaman. Setelah benih sudah Anda dapatkan.

Anda perlu menyiapkan media tanamnya. Jika Anda mempunyai lahan yang luas, akan tetapi sudah Anda tanami dengan tanaman lain terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan sistem tumpang sari untuk membudidayakan tanaman kacang tanah. Anda hanya perlu menanam kacang tanah pada sela-sela tanaman yang sudah terlebih dulu Anda tanam. Jangan khawatir untuk masalah nutrisi tanamannya.

Karena tanaman kacang tanah akan mengikat bakteri yang yang dapat menyerap kandungan nitrogen pada udara.

Sehingga tidak akan mengganggu pertumbuhan tanaman yang Anda tanam lainnya. Untuk penanaman benih kacang tanah. Anda bisa merendam benih terlebih dahulu, kira-kira semalaman, dengan tujuan agar lebih mempermudah untuk berkecambah.

Kacang tanah akan mulai berkecambah pada 4-7 hari setelah tanam. Jika ada yang tidak berkecambah, Anda bisa melakukan penyulaman (menanam kembali).

Untuk masalah pemupukan, Anda bisa menyesuaikan dengan tanaman yang Anda tumpang sari. Dengan begitu Anda tidak akan mengeluarkan tenaga tambahan untuk pemupukan kacang tanah. Tanaman kacang tanah sudah bisa dipanen pada usia 90 hari setelah tanam.

Ciri-ciri fisik tanaman kacang tanah yang sudah siap panen adalah daun tanaman kacang tanah sudah menguning dan mulai berguguran.

Baca juga : Cara Budidaya Timun Suri

Cara Budidaya Timun Suri

Cara Budidaya Timun SuriMungkin ada yang asing dengan yang namanya timun suri, timun betik atau barteh. Mungkin akan ada yang berpendapat kalau timun suri adalah sejenis timun.

Jika Anda berpikiran seperti itu, maka Anda salah besar. Karena timun suri sangat berbeda dengan timun pada umumnya.

Hanya bentuknya saja yang hampir sama. Timun suri merupakan tanaman semusim yang tergolong labu-labuan.

Kebanyakan timun suri bisa Anda temukan ketika bulan puasa datang. Hal tersebut dikarenakan buah timun suri sering digunakan untuk bahan campuran es buah yang akan menambah citarasa es buah tersebut.

Tidak hanya sebagai penambah citarasa pada minuman saja. timun suri juga mempunyai banyak sekali manfaat. Antara lain sebagai berikut.

Menutrisi dan menjaga kesehatan kulit. Timun suri jugabaik untuk kesehatan ginjal. Sebagai pencegah kanker. Timun suri juga baik untuk kesehatan mata.

Meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Mengontrol tekanan darah. Masih banyak lagi manfaat timun suri untuk tubah Anda.

Tahapan Cara Budidaya Timun Suri dalam Polybag

Tahapan pertama pastinya Anda harus menyiapkan media tanamnya terlebih dahulu. Jika Anda tinggal di perkotaan, pastinya akan sulit untuk menemukan lahan. Anda bisa memanfaatkan pekarangan rumah atau rooftop rumah Anda untuk tempat penanaman.

Caranya dengan menggunakan polybag atau pot. Setelah tempat untuk menanam teratasi. Siapkan benih timun suri. Anda bisa membelinya di toko pertanian, jika Anda malas untuk keluar rumah Anda bisa mencari onlineshop yang menjual berbagai macam benih tanaman.

Setelah itu siapkan polybag dan beri lubang di bagian bawah. Jika Anda ingin menanamnya di rooftop, pastikan ada saluran drainase agar air bekas tanaman bisa mengalir ke bawah. Setelah itu buat media tanamnya.

Anda bisa menggunakan tanah yang dicampur dengan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1, kemudian masukkan media tanam tersebut pada polybag yang sudah diberi lubang tadi. Masukkan satu benih pada setiap polybag.

Kemudian tutup kembali secara tipis dengan campuran media tanam tadi. Untuk penyiraman usahakan teratur dengan air yang secukupnya.

Untuk masalah pemupukan, Anda bisa melakukannya setiap seminggu sekali dengan dosis yang sesuai. Masa pemanenan timun suri bisa dilakukan 60-70 hari setelah tanam. Timun suri yang sudah siap panen ditandai dengan tangkai buah yang mulai mengering.

Baca juga : Pengertian dan Proses RNA

Mengenal Pengertian dan Proses RNA

Mengenal Pengertian dan Proses RNA – RNA atau ribonucleic acid merupakan asam nukleat yang sangat berperan penting pada setiap organisme.

Secara lebih lengkap RNA merupakan hasil terjemahan dari DNA, sehingga membuat RNA sangat berperan penting dalam setiap proses metabolisme dalam tubuh.

Secara umum RNAa betugas untuk mentransfer kode genetik, yang nantinya akan diperlukan pada pembuatan protein dari nukleus ke ribosom.

Selain itu RNA juga berfungsi untuk menyimpan data genetik sama halnya dengan DNA pada setiap organisme.

Struktur RNA adalah rantai tunggal yang berbentuk seperti pita yang tidak terpilin. Serta rantai RNA tersusun dari polinukleotida, dimana polinukleotida itu sendiri terbentuk dari ribonukleotida yang banyak. Umumnya rantai RNA memiliki berat molekul 25.000 hingga jutaan.

Selain itu rantai RNA yang biasanya berlipat akan membentuk heluks ganda. Serta rantai RNA hanya mempunyai kandungan pasangan basa A:U dan G:C saja.

Ada berbagai macam jenis RNA yang ada. Sama halnya dengan bahan genetik, RNA berbentuk sepasang pita (double-stranded RNA). Akan tetapi dalam organisme eukariota terdapat 3 jenis RNA yang berperan penting dalam proses sintetis protein.

Ketika RNA tersebut adalah messenger-RNA (mRNA), ribosomal-RNA (rRNA) dan juga transfer-RNA (tRNA). Semua RNA tersebut sama-sama disintesis oleh RNA polimerase.

Untuk mRNA disintesis oleh RNA polimerase I, rRNA oleh polimerase II dan tRNA disintesis oleh RNA polimerase III.

Proses Pembentukan RNA

Pada proses RNA, terdapat 2 tahapan  proses, yaitu transkripsi dan translasi. Pada kedua proses tersebut RNA polimerase sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses terbentuknya RNA dari DNA.

Pada proses transkripsi, RNA polimerase akan menyalin gen, sehingga RNA polimerase akan terikat dengan promoter. Setelah itu RNA polimerase akan membuka rantai double helix DNA yang nantinya akan dirangkai ribonukleotida.

Setelah itu RNA polimerase akan melepaskan diri dari promoter dan akan terbentuk RNA, atau yang lebih spesifik disebut messenger RNA (mRNA).

Setelah mRNA terbentuk, akan dilanjutkan pada proses tranlasi. Translasi merupakan proses penerjemahan kodon dari mRNA diubuah menjadi asam amino yang nantinya akan dibentuk menjadi protein. Proses translasi ditandai dengan pengenalan kodon AUG pada bagian akhir mRNA, atau yang disebut kodon start.

Kemudian kodon AUG akan mengkode untuk pembentukan metionon. Metionin inilah yang akan dibawa oleh transfer-RNA (tRNA) ke ribosom. Maka akan terbentuk rantai yang lebih dikenal sebagai polipeptida.

Tahapan berikutnya tRNA akan mengaktifkan asam amino pada setiap kodon. Proses ini akan membuat polipeptida akan tumbuh memanjang, akibat bertambahnya asam amino.

Proses yang terakhir adalah proses pertemuan antara anti kodon UAA, UAG, atau UGA yang dibawa oleh tRNA. Sehingga akan menyebabkan proses translasi berhenti.

Baca juga : Cara Budidaya Tanaman Jambu Kristal

Jenis dan Cara Pengendalian hama dan penyakit tanaman jambu air

Jenis dan Cara Pengendalian hama dan penyakit tanaman jambu air – Setiap tumbuhan pasti tidak luput dari yang namanya hama.

Tinggal bagaimana kita mengatasi hama tersebut, khususnya tanaman jambu air. Berikut adalah beberapa hama  jambu air serta bagaimana cara pengendaliannya.

Ulat Kupu-kupu

  • Panjang 12 cm
  • Warna hijau muda kebiru-biruan
  • Bertubuh montok dan lunak
  • Tetutup lapisan lilin keputihan
  • Telurnya diletakkan ditepi daun 2-3 butir berwarna pink
  • Kepompong berada di antara beberapa daun atau disebelah bawah daun
  • Cara pengendaliannya :
  • Kumpulkan telur, ulat dan kepompong kemudian musnahkan

Kutu perisai hijau

  • Panjang sekitar 3 sap-ai 5 mm
  • Warna hijau terkadang agak kemerahan.
  • Melekat di bagian pohon yang hijau dibawah daun
  • Menyebabkan cendawan hitam

Pengendalian

  • Cara alami dimakan oleh kepik dan ulat
  • Dimusim penghujan bisa diserang oleh beberapa macam cendawan

Keluang dan codot

Pengendalian ; bungkuslah buah yang hampir tua dengan kantong kresek atau yang lainnya, kalian bisa pakai apa saja asal bisa menutupi buah keeluruhan.

Baca juga : Cara Budidaya Bayam

Benalu

Pengendalian : dipangkas semua tumbuhan benalu yang terdapat pada tanaman jambu air tersebut.

Lalat buah

Yang diserang oleh hama ini adalah bagian buah dan daun, hama ini menaruh telur-telurnya pada daging buah kemudian telur tersebut menetas dan memakan buah jambu air.

Bisasanya ketika kita sedang memanen jambu air, kemudian terkadang kita dapati ada penghuni didalamnya. Itulah larva yang telah menetas dan memakan daging buah itu dari dalam.

  • Pengendaliannya :
  • Dengan insektisida disemprotkan ke pohon, daun dan buah

Penggerek batang

  • Pengendalian : dengan menyumbatkan kapas yang sebelumnya sudah direndam oleh insektidisa kedalam lubang batang yang digerek.

Itulah beberapa hama yang sering menyerang tanaman jambu air, semoga bermanfaat untuk para pemilik jambu air, tetap semangat dan jangan menyerah untuk memelihara tanaman jambu air kalian.

Baca juga : Cara membuat pupuk organik cair

Cara Budidaya Bayam Untuk Pemula

Cara Budidaya Bayam  – Bayam atau Amaranthus sp  digolongkan sebagai tanaman sayur-sayuran yang merupakan taman asli Amerika tropis.

Jenis sayuran bertekstur lunak ini terdiri dari berbagai spesies seperti bayam merah, hijau keputihan, dan hijau.

Para petani di Indonesia sengaja membudidayakan bayam. Alasannya adalah permintaan pasar yang banyak dan kesadaran akan vitamin yang terkandung padanya.

Apakah bayam dapat dibudidayakan sendiri?

Jawabannya tentu saja bisa. Lebih lagi jika dibudidayakan secara organik. Namun, beberapa poin penting harus diterapkan terlebih dahulu seperti:

  1. Kondisi Area Budidaya

Ketika memutuskan untuk melakukan budidaya bayam, terdapat hal yang mesti diperhatikan. Mulai dari suhu wilayah yang hanya mencapai 20°C hingga 30°C deengan pH 6.7.

  1. Jenis Tanaman

Bayam terdiri atas dua jenis berdasarkan morfologinya. Terdapat bayam raja yang berdaun lebar dan bayam cabut berdaun kecil berwarna hijau ataupun merah.

Cara Budidaya Bayam

Setelah mengetahui hal-hal apa yang perlu diperhatikan dalam melakukan budidaya bayam, barulah kita dapat melangkah ke tahap selanjutnya.

  1. Cara Mengelola Area Tanam

Hal pertama yang harus dilakukan untuk membudidayakan bayam adalah pengelolaan area. Pastikan bahwa area tanam memiliki pH yang cukup.

Alternatif lain untuk meningkatkan kadar pH tanah adalah dengan menambahkan kapur dolomit. Setelah itu, siapkan bedengan untuk menanam benih bayam.

  1. Menyiapkan Benih Bayam

Benih bayam bisa saja berasal dari biji bayam yang dijual bebas di pasaran. Namun, tidak disarankan untuk menyimpan biji tersebut dalam waktu yang begitu lama.

Biji bayam disebar secara merata pada bedengan yang telah tersedia.

  1. Perawatan Bayam

Agar bayam dapat tumbuh secara sempurna, disarankan untuk memperhatikan perawatannya. Dibutuhkan penyiraman rutin, penyiangan, pemupukan, hingga pemberantasan hama.

Persiapan Panen Bayam

Pemanenan bayam dapat dilakukan ketika usia tanaman bayam tersebut sudah berumur 20 hari dengan panjang mencapai hingga 20 cm.

Baca Juga :

Setelah melakukan pemetikan, bayam tersebut disimpan dengan baik. Sebelumnya, bayam yang telah dipetik harus dicuci dengan bersih terlebih dahulu. Penyimpanan harus dilakukan di tempat yang terhindar dari sinar matahari.

Cara membuat pupuk organik cair

Sebelum masuk kepada tahap pembuatan pupuk organik cair (POC) ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu pengertian dari POC itu sendiri.

Pengertian pupuk organik cair secara singkat bisa dikatakan pupuk berfasa cair yang dibuat dari bahan-bahan organik melalui proses pengomposan.

Pupuk organik cair sendiri memiliki dua macam tipe yang dibuat melalui proses pengomposan, yakni:

  • Pupuk organik cair yang dibuat dengan cara melarutkan pupuk organik yang telah jadi atau setengah jadi ke dalam air.

Adapun Jenis pupuk yang dilarutkan dapat berupa pupuk hijau, pupuk kandang, pupuk kompos atau campuran dari semuanya.

Pupuk cair tipe yang satu ini suspensi larutannya kurang stabil dan sangat mudah mengendap. Dengan kata lain, pupuk tipe ini tidak dapat disimpan dalam tempo waktu yang lama. Setelah jadi biasanya harus langsung digunakan.

  • Tipe Kedua adalah pupuk organik cair yang terbuat dari bahan-bahan organik yang difermentasikan dalam kondisi anaerob dengan bantuan organisme hidup.

Bahan baku POC tipe yang kedua ini terbuat dari material organik yang belum terkomposkan. Unsur hara yang terkandung dalam larutan ini benar-benar berbentuk cair. Berbeda dengan tipe POC yang pertama, tipe yang satu ini larutannya lebih stabil. Bila disimpan dengan tempo waktu yang lama tidak akan terjadi pengendapan.

Cara membuat pupuk organik cair

Setelah mengetahui penjelasan singkat mengeani pupuk organik, berikut ini adalah cara membuat pupuk organik cair.

Adapun bahan-bahan yang perlu disiapkan antara lain:

  • 1 karung kotoran ayam,
  • setengah karung dedak,
  • 30 kg bahan hijau seperti jerami, batang pohon pisang, daun leguminosa,
  • 100 gram gula merah,
  • 50 ml bioaktivator (EM4),
  • air bersih.
  • Tong plastik kedap udara uk. 100 Liter,
  • satu meter selang aerotor transparan (diameter kira-kira 0,5 cm),
  • Botol plastik bekas berukuran 1 liter.

Setelah semua bahan dan alat siap berikut ini adalah langkah-langkah dalam pembuatan pupuk organik cair :

  1. Lubangi tutup tong seukuran selang aerotor
  2. Kemudian rajang bahan-bahan organik yang akan dijadikan bahan baku.
  3. Masukkan kedalam tong dan tambahkan air, komposisinya: 2 bagian bahan organik, 1 bagian air.
  4. Aduk semua bahan yang sudah dimasukkan tadi secara secara merata.
  5. Selanjutnya, Larutkan bioaktivator seperti EM4 dan gula merah, 5 liter air aduk hingga merata.
  6. Kemudian tambahkan larutan tersebut ke dalam tong yang berisi bahan baku tadi.
  7. Setelah semua bahan sudah tercampur, Tutup tong dengan rapat, lalu masukan selang lewat tutup tong yang telah diberi lubang.
  8. Rekatkan tempat selang masuk sehingga tidak terdapat celah udara. Pastikan benar-benar rapat, hal ini dikarenakan reaksinya akan berlangsung secara anaerob.
  9. Biarkan ujung selang yang lain masuk kedalam botol yang telah diberi air. fungsi selang itu sendiri adalah untuk menstabilkan suhu adonan dengan membuang gas yang dihasilkan tanpa harus ada udara dari luar.
  10. Tunggu hingga 7 sampai 10 hari. Untuk mengecek tingkat kematangan, buka penutup tong dan cium bau adonan. Apabila aromanya seperti wangi tape bisa dikatakan bahwa adonan sudah matang.
  11. Jika adonan sudah matang, Pisahkan antara cairan dengan ampasnya dengan cara menyaringnya. Gunakan saringan kain. Ampas adonan bisa digunakan sebagai pupuk organik padat.
  12. Masukkan cairan yang telah melewati penyaringan tadi pada pada wadah berupa botol plastik atau kaca. Pupuk organik cair telah jadi dan siap digunakan.

Baca Juga : Cara Mengatasi Penyakit Bercak Daun