Cara Budidaya Timun Suri

Cara Budidaya Timun Suri

Cara Budidaya Timun SuriMungkin ada yang asing dengan yang namanya timun suri, timun betik atau barteh. Mungkin akan ada yang berpendapat kalau timun suri adalah sejenis timun.

Jika Anda berpikiran seperti itu, maka Anda salah besar. Karena timun suri sangat berbeda dengan timun pada umumnya.

Hanya bentuknya saja yang hampir sama. Timun suri merupakan tanaman semusim yang tergolong labu-labuan.

Kebanyakan timun suri bisa Anda temukan ketika bulan puasa datang. Hal tersebut dikarenakan buah timun suri sering digunakan untuk bahan campuran es buah yang akan menambah citarasa es buah tersebut.

Tidak hanya sebagai penambah citarasa pada minuman saja. timun suri juga mempunyai banyak sekali manfaat. Antara lain sebagai berikut.

Menutrisi dan menjaga kesehatan kulit. Timun suri jugabaik untuk kesehatan ginjal. Sebagai pencegah kanker. Timun suri juga baik untuk kesehatan mata.

Meningkatkan sistem daya tahan tubuh. Mengontrol tekanan darah. Masih banyak lagi manfaat timun suri untuk tubah Anda.

Tahapan Cara Budidaya Timun Suri dalam Polybag

Tahapan pertama pastinya Anda harus menyiapkan media tanamnya terlebih dahulu. Jika Anda tinggal di perkotaan, pastinya akan sulit untuk menemukan lahan. Anda bisa memanfaatkan pekarangan rumah atau rooftop rumah Anda untuk tempat penanaman.

Caranya dengan menggunakan polybag atau pot. Setelah tempat untuk menanam teratasi. Siapkan benih timun suri. Anda bisa membelinya di toko pertanian, jika Anda malas untuk keluar rumah Anda bisa mencari onlineshop yang menjual berbagai macam benih tanaman.

Setelah itu siapkan polybag dan beri lubang di bagian bawah. Jika Anda ingin menanamnya di rooftop, pastikan ada saluran drainase agar air bekas tanaman bisa mengalir ke bawah. Setelah itu buat media tanamnya.

Anda bisa menggunakan tanah yang dicampur dengan pupuk kompos dengan perbandingan 1:1, kemudian masukkan media tanam tersebut pada polybag yang sudah diberi lubang tadi. Masukkan satu benih pada setiap polybag.

Kemudian tutup kembali secara tipis dengan campuran media tanam tadi. Untuk penyiraman usahakan teratur dengan air yang secukupnya.

Untuk masalah pemupukan, Anda bisa melakukannya setiap seminggu sekali dengan dosis yang sesuai. Masa pemanenan timun suri bisa dilakukan 60-70 hari setelah tanam. Timun suri yang sudah siap panen ditandai dengan tangkai buah yang mulai mengering.

Baca juga : Pengertian dan Proses RNA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *